<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1043252431055082113</id><updated>2012-02-16T02:36:46.129-08:00</updated><category term='ekosistem'/><category term='mahmud bengkaru'/><category term='singkil'/><category term='gosong'/><category term='pariwisata'/><category term='aceh singkil'/><category term='kabupaten singkil'/><category term='ecosistem'/><category term='agam muhammad study'/><category term='pulau banyak'/><title type='text'>Pulau Banyak</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pulaubanyak.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1043252431055082113/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pulaubanyak.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muhammad Studi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11616878345722457708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1043252431055082113.post-573789257388801709</id><published>2009-12-18T08:59:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T10:51:40.675-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekosistem'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='singkil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mahmud bengkaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ecosistem'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agam muhammad study'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pariwisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aceh singkil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kabupaten singkil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pulau banyak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gosong'/><title type='text'>Pulau Bangkaru, pulau seribu penyu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                       &lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://waspada.co.id/"&gt;Ragam - Pa&lt;/a&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://waspada.co.id/"&gt;riwisata&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kepulauan Banyak adalah satu kecamatan di Kabupaten Aceh &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://waspada.co.id/"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 145px; height: 171px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_J0Bb7_cmdxI/S2RiOk2PXTI/AAAAAAAACO4/Pf0T3rwtBcs/s400/pantaiaceh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432575053064527154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Singkil. Untuk mencapai Pulau Bengkaru, setiap orang harus menuju Singkil terlebih dahulu. Perjalanan dari Medan bisa ditempuh dengan angkutan umum sekitar 8 jam. Ada juga Nusa Buana Air yang menyediakan penerbangan ke Singkil, tapi hanya 2 kali seminggu, Sabtu dan Senin pagi. Dan setiap pengunjung diwajibkan mengkonfirmasi terlebih dahulu ke Yayasan Pulau Banyak &lt;a href="http://www.acehturtleconservation.org/"&gt;(YPB)&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tahun 2006, Maggie Muurmans, seorang ahli penyu dari Belanda dan Mahmud Bengkaru menghidupkan kembali &lt;a href="http://www.acehturtleconservation.org/"&gt;Yayasan &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.acehturtleconservation.org/"&gt;Pulau Banyak &lt;/a&gt;yang sempat mati suri akibat tsunami dan konflik berkepanjangan di bumi Aceh Darusalam. Dengan menggaet beberapa rekan kerja baru dan didukung LSM Yayasan Eko Lestari (YEL) yang berbasis di Medan dan Paneco –salah satu LSM berbasis di Swiss, mereka menggiatkan kembali kegiatan konservasi penyu dan ekowisata di pulau Bengkaru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tujuannya tidak lain untuk menjaga dan melestarikan kehidupan penyu hijau yang diambang kepunahan akibat terjaring nelayan, perdagangan telur penyu, para pengkonsumsi daging penyu, dan orang-orang yang menjadikan penyu sebagai hiasan/cinderamata. Belum lagi ulah manusia yang membuang sampah ke laut seperti gabus atau plastik yang mengakibatkan kematian bila termakan oleh tukik (anak penyu).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk mencegah kepunahan tersebutlah, organisasi ini memberikan penyuluhan kepada masyarakat, mengadakan workshop, pertemuan dengan tokoh masyarakat hingga membuat program pendidikan di sekolah untuk melestarikan sumber daya alam sekitar. Selain itu mereka juga menyediakan tempat bagi mahasiswa lokal maupun internasional untuk melakukan penelitian di pulau tersebut sebagai sukarelawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Masuk ke pulau konservasi penyu ini dikenakan biaya karena termasuk wilayah konservasi. Biayanya biasanya per paket. Termasuk dalam paket ini menginap 3 hari 2 malam, makan 3 kali sehari, dan transportasi antar jemput. Kesempatan 3 hari 2 malam tersebut diberikan agar mendapat kesempatan melakukan patroli penyu di malam hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penyu yang singgah di pulau ini biasanya penyu hijau, tapi bila sedang musim, penyu sisik dan penyu belimbing, yang disebut 'nenek moyangnya penyu' juga kerap mampir. Satu keberuntungan yang luar biasa bila Anda bisa bertemu dengan penyu belimbing ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biasanya, patroli dilakukan setelah makan malam, sekitar pukul 8 malam. Sepatu, senter, dan jaket merupakan peralatan yang  wajib dibawa. Dan yang tidak boleh lupa, snack dan air minum tentunya. Kalau sampai lupa membawanya, dijamin waktu menunggu terasa semakin lama karena yang bisa dilakukan disana hanyalah menunggu dan menunggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saat tiba di Pantai Penyu/pantai Amandangan pun senter harus dimatikan, karena penyu sangat sensitif terhadap cahaya. Mereka bisa mengurungkan niatnya untuk mampir jika melihat cahaya dari arah pantai. Kalau cukup beruntung, kita bisa melihat hingga 5 ekor penyu hijau dari 7 penyu yang singgah. Jika sedang musim (November- Maret) patroli bisa dilakukan 2 shift hingga pagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di sini pula petugas berkesempatan memberi tagging. Tag ini bertuliskan nomor sehingga memudahkan pendataan apabila penyu ini kembali ke pantai Amandangan. Tagging ini juga memberi informasi batas terendah dari populasinya. Informasi ini akan menolong melindungi penyu. Selain diberi tagging, penyu ini juga didata, diukur panjang lebarnya, penyu yang ke berapa singgah ke pantai, apa yang ia lakukan, dan jumlah telurnya. Bagi penyu belimbing, micro chip diimplant agar memudahkan pengidentifikasian di negara-negara lain yang disinggahinya seperti Madagaskar dan India.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seekor penyu hijau bisa mencapai panjang 80-90 cm dengan lebar 70-80 cm. Lain halnya dengan penyu belimbing yang bisa mencapai panjang hampir 2 meter. Penyu dalam 1 periode ( 2 minggu) bisa singgah di pantai 4 sampai 6 kali. Tidak di setiap persinggahan penyu-penyu ini bertelur, biasa hanya 2 kali persinggahan. Penyu bertelur setelah usia 25 tahun dan sekali bertelur bisa menelurkan 100-150 butir telur. Dari sekian banyak telur yang menetas, tidak semua bertahan hidup. Biasa hanya 2-3 ekor yang bertahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Banyak faktor yang mengakibatkan tukik- tukik ini tidak bisa bertahan. Faktor tangan manusia, faktor alam, seperti biawak yang memakan tukik ketika berjalan menuju pantai, kepiting yang membunuh di pinggiran pantai, ikan kerapu dan ikan hiu yang menjadi predator di laut, dan juga faktor alam menjadi penyebabnya. Nah, fungsi petugas &lt;a href="http://www.sumatraecotourism.com/"&gt;YPB&lt;/a&gt; inilah menjaga tukik-tukik yang menuju ke pantai dari serangan biawak, elang ataupun kepiting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biasanya tukik menetas di pagi hari. Di Bengkaru ini Anda bisa melihat tukik-tukik keluar dari sarangnya, berjalan berlomba menuju laut lepas. Menariknya, anak- anak penyu ini adalah penyu- penyu liar, bukan dari penangkaran. Sungguh pemandangan luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Editor: FAZARIS TANTI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(dat03/luxo)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.acehturtleconservation.org/" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246253229250801314" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 306px; height: 59px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_J0Bb7_cmdxI/SM5vhCM9bqI/AAAAAAAAAmU/13DTUFEVziI/s400/www.acehturtleconservation.org.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.sumatraecotourism.com/" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246253069540996546" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 306px; height: 59px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_J0Bb7_cmdxI/SM5vXvPLNcI/AAAAAAAAAmM/5vdXA88gimA/s400/www.SumatraEcoTourism.com" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sweetim.com/s.asp?im=gen&amp;amp;lpver=3&amp;amp;ref=12" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1043252431055082113-573789257388801709?l=pulaubanyak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pulaubanyak.blogspot.com/feeds/573789257388801709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1043252431055082113&amp;postID=573789257388801709' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1043252431055082113/posts/default/573789257388801709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1043252431055082113/posts/default/573789257388801709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pulaubanyak.blogspot.com/2009/12/blog-post.html' title='Pulau Bangkaru, pulau seribu penyu'/><author><name>Muhammad Studi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11616878345722457708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_J0Bb7_cmdxI/S2RiOk2PXTI/AAAAAAAACO4/Pf0T3rwtBcs/s72-c/pantaiaceh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1043252431055082113.post-7604139228112601622</id><published>2008-10-21T21:22:00.000-07:00</published><updated>2010-02-01T11:31:31.492-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekosistem'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='singkil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mahmud bengkaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ecosistem'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agam muhammad study'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pariwisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aceh singkil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kabupaten singkil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pulau banyak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gosong'/><title type='text'>Cintaku di pulau banyak</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1043252431055082113-7604139228112601622?l=pulaubanyak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pulaubanyak.blogspot.com/feeds/7604139228112601622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1043252431055082113&amp;postID=7604139228112601622' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1043252431055082113/posts/default/7604139228112601622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1043252431055082113/posts/default/7604139228112601622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pulaubanyak.blogspot.com/2008/10/cintaku-di-pulau-banyak.html' title='Cintaku di pulau banyak'/><author><name>Muhammad Studi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11616878345722457708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
